banner 920x90

Isi SMS Jenderal Andika ke Dudung Agar Hentikan Kecaman ke Effendi Simbolon

  • Share
Effendi Simbolon (tengah) diapit Jenderal Andika Perkasa (kanan) dan Jenderal Dudung Abdurachman (kiri).

JAKARTA, Newstime.id – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman sempat kesal dengan pernyataan Anggota DRR RI Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan. Dudung bahkan mengerahkan para prajurit TNI untuk mengecam ucapan Effendi itu.
Polemik itu kemudian berakhir damai dan saling memaafkan. Dudung lantas mengungkap isi SMS dari Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa yang meminta amarah prajurit diredam. Dudung pun menjalankan perintah tersebut.

“Ya koordinasi, kita SMS-an dengan beliau agar diredam anggota. ‘Oh siap’, saya sampaikan demikian. Agar anggota tidak liar, demikian, untuk menanggapi hal-hal yang terlalu, ya istilahnya, jangan ditanggapi berlebihan,” kata Dudung, Kamis (15/9), dilansir dari newstime.id.


Dudung memastikan komunikasinya dengan Panglima TNI masih berjalan baik. Dia menepis anggapan bahwa komunikasi mereka kurang baik. Dia menegaskan tak ada masalah dalam komunikasi dengan Jenderal Andika.

“Kita masih komunikasi, nggak ada masalah. Nanti dalam waktu dekat saya akan menghadap Panglima,” ucapnya.

Dudung menyatakan telah meminta permintaan maaf dari Effendi Simbolon. Dia juga meminta jajarannya menghentikan pernyataan terbuka mengecam Effendi Simbolon.


Sebelumnya, prajurit TNI AD dari berbagai daerah ramai-ramai mengecam Effendi Simbolon. Buka suara para perwira tersebut ternyata berangkat dari adanya perintah Jenderal Dudung Abdurachman.

Menyadari bahwa ucapannya salah, Effendi Simbolon meminta maaf kepada TNI, dari level rendah sampai jenderal. Dudung yang sempat kesal pun menerima permintaan maaf itu.

Baca Juga  Janggal Bjorka Madiun: Tak Ada Komputer, Jualan Es, Ibunya Buruh Tani
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *