
Jakarta, Newstime.id – Partai Amanat Nasional (PAN) menegur jubir mudanya, Dimas Akbar Prakoso, karena mengomentari pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. PAN menyebut komentar Dimas Akbar atas nama pribadi.
“Saya sudah konfirmasi ke Mas Bahlil atas pernyataan tersebut. Hal itu dinyatakan saat diundang oleh lembaga Survei Indikator Politik Indonesia ketika mempresentasikan hasil surveinya,” kata Waketum PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).
Menurut Viva, sebagai hasil survei, apa pun, data survei akan menjadi perdebatan di publik. Viva menyebut era demokrasi saat ini, perdebatan, analisis, kritik, pro-kontra, merupakan sesuatu yang diterima sebagai konsekuensi logis.
“Mas Bahlil dalam pernyataannya tidak salah karena menjelaskan aspirasi dunia usaha yang menghendaki pemilu dimundurkan,” ujarnya.
Adanya keberagaman, kata Viva, merupakan aspirasi dari seluruh elemen bangsa sebagai ekspresi berdemokrasi dan buah dari kebebasan berpikir dan berpendapat.
Dimas menilai pernyataan Bahlil mencederai konstitusi dan amanat reformasi. Menurut Dimas, tertulis jelas dalam UUD 1945 yang mengatur presiden diganti setiap lima tahun dam maksimal hanya dua periode.
“Solusi dari masalah yang sedang dihadapi para pelaku usaha bukan menunda penyelenggaraan Pemilu 2024. Toh, kita pernah menyelenggarakan pilkada serentak di tengah pandemi, yaitu pilkada tahun 2020 yang juga cakupannya hampir se-Indonesia,” ujarnya.





