
MAKASSAR, Newstime.id – Ratusan massa aksi memadati jalan ahmad yani, tepatnya di depan kantor Balaikota.
Mereka menggelar unjuk rasa, menuntut penolakan mengenai sistem pemilihan umum (Pemilu) ketua RT/RW. Diketahui, akan digelar pemerintah lewat pemungutan suara elektronik atau e-voting.
Zainal, warga kelurahan Maricayya mengatakan penolakan karena pemilu e-voting dianggap rawan kecurangan.
Pihaknya mengancam menurunkan massa yang lebih besar, jika pemilihan tidak dikembalikan secara konvensional.
“Kami demo menolak pemilihan ketua RT/RW secara e-voting,” ujarnya saat ditemui, Rabu (21/9/2022).
Dia beranggapan, warga belum siap jika itu diterapkan. Terlebih, mekanisme pelaksanaannya belum disosialisasikan sementara tahun ini akan digelar.
“Demo e voting masi banyak terutama kepada masyarakat, hp android konvesinal disosialisasikan masyarakat,” tambahnya.
Zainal menambahkan, akses internet bisa menjadi kendala, apalagi masih banyak warga yang belum memiliki telepon genggam berbasis smartphone.
“Banyak warga belum punya smartphone, itu internet juga,” katanya.
Pantauan, demo penolakan pemilu ketua RT/RW ini akan digelar di 2 titik. Selain Balaikota, massa juga mengelar aksi serupa di depan kantor DPRD Makassar, Jl AP Petterani.





